The Bijak in the Social Media

Hollaa... Malem ini sedikit gak bisa tidur nih karen abis ngerjain sedikit kerjaan 'seselan' v(^.^). Kerjaan udah selesai dan jadinya gak (lum) bisa tidur, dan Saya putuskan untuk mengisi blog Saya ini yang sudah hampir usang (mpe kumuh en ada gelandangan yang numpang bobo... hahaha...), dan mumpung karena lagi dapet ide nulis.

Oke, mulai aja. Kamu-kamu semua pasti juga sering mengalami apa yang dinamakan susah tidur kayak Saya sekarang ni, dan pasti banyak juga yang dilakukan untuk bisa cepet tidur atau malah mencari kesibukan untuk mengisi waktu susah tidur. Di sini Saya gak bermaksud ngasih tips-tips atau cara-cara biar bisa cepet tidur atau semacamnya, tapi di sini Saya pengen bahas soal kesibukan yang (mungkin) paling sering dilakukan untuk menyibukkan diri di saat gak (lum) bisa tidur. Dan itu adalah memasuki dunia Social Media.



Kita semua tahu macam-macam social media yang ada saat ini, seperti... (gak mau nyebutin merk ah... :p ) itulah pokoknya. Begitu banyaknya bentuk social media itu bisa membantu kita untuk salah satunya mengisi saat-saat gak (lum) bisa tidur. Nah, untuk berinteraksi dalam social media kadang kita harus melakukan posting atau komentar-komentar agar bisa ditanggapi oleh temen-temen atau pengikut dalam akun social media yang kita miliki. Posting atau komentar yang ditulis pasti harus menarik perhatian dunk, kalau posting atau komentar yang ditulis itu menarik perhatian pasti akan mendapatkan komentar balik, jempol, tambah satu, sebutan, RT, RW, kecamatan, kelurahan, dan lain sebagainya. Kadang ada (gak semuanya lho) yang 'menghalalkan segala cara' untuk membuat posting atau komentarnya menjadi menarik perhatian. Kadang ada yang bikin posting "risau" yang gak masuk akal, kadang juga ada yang bener-bener "risau" dan melampiaskannya dengan membabi buta sambil mengabsen seisi Gembira Loka, kadang juga ada yang saling ejek dan menjelekkan pengguna social media lain, dan banyak lagi lah popoknya eh.. pokoknya.

Semua yang di atas itu adalah sedikit dari beberapa contoh perilaku yang kurang bijak (yah, paling gak menurut Saya lah). Pasalnya hal-hal semacam itu dilakukan (mungkin) tanpa memikirkan akibat yang akan terjadi nanti, dan mungkin itu bisa membahayakan diri kita sendiri (bikin parno ya?! :p). Lagipula dalam social media itu banyak orang yang memakainya dan mungkin orang yang tidak kita kenal pun bisa melihat apa aja yang kita lakukan di social media. Dan tanpa kita sadari mungkin orang-orang itu menyimpulkan dengan sendirinya dan semau mereka tentang kita. Ya, kalau itu terjadi ya jauh lebih baik jika yang mereka ketahui adalah hal-hal yang bermanfaat dan positif dari diri kita :D.

Banyak orang yang menyalahkan social media sebagai salah satu penyebab berbagai masalah, tapi ingat, social media itu hanyalah sebuah media saja yang jika dipergunakan dengan bijaksana akan bisa sangat bermanfaat. Penggunanya lah yang membuat social media itu bisa jadi masalah. Jadi pesannya kali ini adalah: "Bijaksanalah saat menggunakan social media yang bisa dimanfaatkan untuk hal yang jauh lebih baik" dan juga pepatah mengatakan "Mulutmu, Harimaumu". Itulah pesan untuk kali ini, dan sekali lagi Saya bukan (belum) orang bijak, tapi Saya masih belajar untuk itu. Jadi silahkan share komentar dan atau pengalaman kamu-kamu semua ya :D... Aseeekkk....