Menyambut Hari (Belum) Jadi Kabupaten Sleman

Jika kamu-kamu semua sering atau pernah melewati Jalan Babarsari, Sleman, Yogyakarta baru-baru ini (*angkat kedua tangan sambil loncat-loncat dan berkata: “Aku… Aku… Aku” v^^), pasti kamu-kamu akan melihat sebuah gapura berwarna biru yang mengawali perjalanan kamu memasuki Jalan Babarsari (dari arah selatan). Gapura ini tampak sangat menarik jika dilihat, apalagi gapura itu semacam sambutan bagi para pengguna jalan yang memasuki wilayah Babarsari, Sleman, Yogyakarta.

Gapura Peringatan Hari Jadi Kabupaten Sleman yang terpasang di Jalan Babarsari

Kenapa sih koq tiba-tiba ada gapura di situ? Yup, seperti terlihat pada gambar di atas, gapura tersebut dipasang dalam rangka Peringatan Hari Jadi Kabupaten Sleman yang ke-96. Sekilas gapura ini tampak memperindah Jalan Babarsari ^^, namun jika kita lihat lebih cermat, posisi dari gapura ini tampak sedikit kesalahan. Posisi dari gapura tersebut tampak terlalu mepet dengan badan jalan, padahal jalan ini termasuk jalan yang sering dilewati kendaraan besar (seukuran Mega Zord-nya Power Ranger… hahahaha…gak…) seperti mobil dan truk-truk. Hal ini bisa sangat berbahaya jika gapura tersebut sampai tersenggol oleh mobil atau truk yang sedang melintasi jalan Babarsari, atau jika mobil atau truk ini menghindari agar gak bersenggolan dengan gapura tersebut akan menyebabkan mobil atau truk tersebut melewati marka jalan dan dapat berbahaya bagi pemakai jalan lain.

Dan lagi tiang-tiang penyangga gapura itu sedikit menyita trotoar untuk pejalan kaki. Daerah jalan Babarsari seperti yang kita tahu adalah komplek kampus, di sana terdapat beberapa kampus dari ujung selatan sampai ujung utara jalan Babarsari sehingga banyak juga mahasiswa (dan pejalan kaki lain) yang memakai trotoar untuk berjalan menuju kampus atau sebaliknya. Memang hanya termakan sedikit trotoarnya, namun tetap menghalangi laju pejalan kaki yang melewatinya. Lagipula trotoar adalah tempat untuk pejalan kaki bukan untuk tempat ‘memasang gapura’ atau yang lainnya. Mungkin keadaan pinggir jalan yang kurang luas sehingga gak memungkinkan untuk memperlebar gapura tersebut tetapi akan lebih bijaksana jika pemasangan gapura tersebut gak mengganggu kepentingan pengguna jalan, namun tetap bisa memperindah jalan. Yup, jika gapura itu bisa dalam posisi yang benar akan lebih indah lagi untuk dilihat.

Akan tetapi (jeng…jeng…!!!) pemasangan gapura yang indah tadi gak dibarengi dengan memperindah jalan aspal di jalan Babarsari tersebut (atau lebih tepatnya diperindah dulu jalannya lalu baru dipasangi gapura). Kondisi jalannya sangat mengenaskan (kyk apa aja…) seperti jalan yang gak pernah diurus (kyknya mang gitu deh…). Jalan Babarsari ini menurut Saya tergolong jalan yang ramai, dan jika kondisi jalan yang mengenaskan itu gak segera diperbaiki, akan membahayakan pengguna jalan yang melintasi jalan Babarsari tersebut. Pasalnya, terdapat lubang di sepanjang jalan Babarsari, gak cuma satu dua tapi banyak. Saya tadi pagi melewati jalan Babarsari (sebenernya tiap kali pergi ke kantor pasti lewat jalan ini), dan mengambil gambar beberapa lubang yang mengenaskan, pokonya parah banget.

(happy loading picture yaa.. v^^)


Nah, itulah sebagian gambar yang Saya peroleh tadi pagi. Bayangkan aja kamu sedang mengendarai motor malam-malam dan lubang tersebut gak terlihat oleh kamu dan motor kamu yang sedang melaju mejewati lubang itu, kalau keseimbanganmu baik kemungkinan gak akan jatuh tapi kalo kamu kaget dan motor oleng kemana-mana… haduhhh… pasti seru banget tuh (hellooo -_-‘). Saya gak pengen nyebut Pemerintah (uppss), tapi mereka seharusnya memperhatikan hal-hal kecil (tapi banyak) ini untuk segera diselesaikan dulu (sebelum memasang gapura) dan menggunakan pajak bukan hanya untuk membuat gapura saja (hehe). Sehingga gapura itu tidak berfungsi sebagai ‘penyambut kecelakaan lalulintas’ tapi benar-benar bisa sesuai fungsinya sebagai gapura. Terakhir Saya ucapkan Selamat Menyambut Hari Jadi Kabupaten Sleman dengan benar v^^. Luv u… muach (hehe).